Sabtu, 13 Mei 2017

Tenggelam

Tenggelam dalam bayanganmu,
Tenggelam dalam imaji tentangmu
Tenggelam dalam kerinduanku
Tenggelam dalam rasa yang tertinggal dari ingatan
Tenggelam dalam angan yang tak kunjung usai
Tenggelam karenamu

Biarkan terajut sebuah cerita tentang imajiku tentangmu
Biarkan dunia asli mengalihkan tentangmu
Biarkan segala rasa dalam impian dan kenyataan ada
Biarkan rasa kemelut yang tidak memiliki warna yang tetap ini menjadi hiasan dalam kalbu

Kamu yang tidak dapat ku dekati,
kamu yang dekat dengan anganku
kamu yang ku rindu
kamu yang asing bagiku

tidak bisakah kita bersama?
tidak bisakah kita menyatu?
tidak bisakah kau mengerti diriku?
tidak bisakah aku mengerti dirimu?

Apakah Tuhan tidak mencipkakanmu untuk menjadi pendamping ku?
Apakah Tuhan hanya iseng mempertemukan mu kepadaku?
Apakah Tuhan tidak tahu apa yang aku rasakan?
Apakah Tuhan paham apa yang kamu rasakan? apa inginmu? apa maumu? aku mohon, kamu yang sangat mengenal dirimu...

Ketika aku melanjutkan hidupku, menghilangkanmu, berteman denganmu 'lagi'

Perasaan ini masih ada, perasaan ini tidak sama tetapi ada, perasaan ini menggelitik di dadaku.

Nada sapaan mu yang sudah lama tidak ku dengar, mengangkat rasa rinduku akan dirimu yang dulu. Sungguh, itu membuatku kaget dan tidak dapat menyapamu, terlebih, di sana ada orang yang menyukaimu, dekat dengamu. terlebih, itu adalah acaramu, yang sebenarnya aku masih menyesali aku tidak dapat ikut dalam acaramu. Sadarkah kamu? bahwa aku menyayangimu? Sadarkah kamu? bahwa aku tidak ingin membencimu, tapi kamu yang membuat hal itu. Harus berapa kali aku maafkan? Harus berapa kali aku maklumi? Jika ingat hal itu, aku sungguh tidak membutuhkan dirimu.
Oh, Tuhan... Aku mencintainya, dapatkah aku melupakannya? Aku tidak ingin berfikir tentangnya, aku tidak ingin menyukainya terlalu berlebih, aku tidak ingin cemburu karena orang-orang yang berada di dekatnya. Tuhan, aku mohon ijinkan aku melupakannya, ijinkan aku menghancurkan rasa yang ada di dalam diriku, ijinkanlah aku menghilangkan rasa yang tersisa atas diriku. Tuhanku aku hampir mati karena menyukainya, Tuhanku, kau adalah segalanya bagiku. Tuhanku, kau pemilik hidupku. Aku menyerahkan hidupku padamu, Kau yang membuatku, Kau yang mengijinkan aku merasakan hal ini. Tabahkanlah aku, kuatkanlah aku dan bantulah aku. Karena, aku mencarinya dalam detikan waktu. Karena, aku bertanya-tanya tentangnya sepanjang jalan. Karena, aku peduli berlebih padanya. Aku bertanya, apa yang dia rasakan? tidakkah dia sedih? atau malah dia sedang pergi bermain atau dia sedang senang curhat dengan seseorang? Aku sungguh tidak mengenalnya. Tuhanku, aku mohon demi kebaikanku, berikanlah aku hati yang indah supaya aku bijaksana.
Kau bukanlah orang yang dapat aku miliki. Memegang pipimu, mengelus kepalamu, anganku terhadapmu ketika kamu tidak ada. Aku tidak ingin bertemu denganmu, sungguh tidak ingin. Menyapamu pun tidak. Tidak kah kau menyadari? kau sudah sangat berbeda?
Tidak dapatkah kau mendekatiku, dengan rasa tulus seperti dulu?
Tidak dapatkau kau mendekatiku, tidak dapatkah kita dekat? tidak dapatkah aku mengenalmu? perasaanku berat terhadapmu dan ini bukan mainan. Aku sungguh mencintaimu. Hatiku tersiksa karenamu. ijinkan aku menjauh darimu, ijinkan aku tidak dekat kepadamu, ijinkan aku mengajarimu arti dari rasa yang telah kudapat darimu. 
Hendaklah Tuhan memberikanmu seorang perempuan yang sangat kau cintai, hendaklah Tuhan memberikanmu hati yang benar-benar tulus terhadapnya. Hendaklah kamu belajar cara mencintai terhadap seseorang. Hendaklah kamu dapat serius menjalani suatu hubungan seperti kakakmu. Tuhanku, maafkanlah aku, aku mencintainya, sangat mencintainya. Ijinkan aku untuk melepasnya.

Lady of The Pier Lyrics Vocalizing and Meaning (ost Devotion Taiwanese Horor Game) 還願 - 碼頭姑娘 (杜美心) LYRICS

Huányuàn - mǎtóu gūniáng (dù měi xīn) zhǔchàng: Dù měi xīn (liúzhǐróng) zuòcí: Jiāngdōng yù zuòqǔ: Yángshìwéi dàhǎi mǎn shì bōlàng bùjiàn ...